Catatan Acak | Random Notes

meski tak ada yang benar-benar acak

Posts Tagged ‘mudik

1429 H, Lebaran tanpa mudik

without comments

Hari ini, malam 1 syawal 1429 H.

Bertambah lagi catatan berlebaran di kampung orang. Kebiasaan yang tentunya tidak pernah terasa biasa. Meski telah beberapa kali saya mengalami hal yang sama untuk alasan yang bermacam-macam, tetaplah lebaran tanpa bertatap muka dengan keluarga terasa sedikit ‘kosong’.

Kejadian pertama kali saya tidak pulang berlebaran seingat saya adalah saat kuliah S1 tingkat dua, kalau tidak salah karena mesti mengurus nilai kuliah yang jelek. It was my choice, bisa saja pulang saat itu, hanya ada rasa sedikit keinginan menghukum diri sendiri karena mendapatkan nilai jelek. It was like, “jangan pulang sebelum menyelesaikan masalahmu!” Rasanya tentu berat sekali karena itu merupakan kejadian perdana.

Selanjutnya beberapa kali saya melewatkan eid al-fitr meski tidak pernah berurutan. Terkadang alasannya sederhana seperti telat mengurus tiket dan duit cekak, menyebalkan seperti gara-gara pekerjaan, atau yang memang direncanakan jauh-jauh hari seperti saat ingin menunda cuti hingga kelahiran anak.

Tahun ini, giliran untuk alasan yang menyebalkan, pekerjaan dan ujian combined. Ada deadline pekerjaan yang harus diselesaikan, dan begitu masuk kuliah sudah harus dihadapkan dengan UTS. So I decided to play safe. Apalagi memang akhir bulan ini atau awal bulan depan, saya harus pulang kampung untuk urusan pekerjaan. Pulang dua kali dalam jarak yang begitu singkat, bisa sangat mengganggu ritme kerja dan kuliah. Tanggungjawab utama saya saat ini.

So I guess here it is, lebaran tanpa Aalia dan mamanya, lebaran lagi tanpa enaknya masakan kampung, tanpa ritual keliling menjumpai sanak famili, dan tanpa ritual ritual lainnya. Not that I complain that much, hanya ada rasa yang kurang, dan memang itulah yang saya harapkan. Jangan sampai saya menjadi terbiasa tidak pulang lebaran :)

Written by wiendietry

30 September, 2008 at 20:20

Ditulis dalam daily life

Ditandai dengan ,