Catatan Acak | Random Notes

meski tak ada yang benar-benar acak

Posts Tagged ‘masak

Care for some lobsters?

with 2 comments

Just as we asked him, malam minggu yang lalu, Remuz yang baru saja balik dari Papua berhasil membawa serta empat ekor lobster (pesanan wajib), sekitar 20an ikan X seukuran telapak tangan, dan dua ekor kakap merah ukuran jumbo that was nicely packed within a styrofoam container. Konon paginya lobster-lobster tersebut masih hidup. Which is why, capit mereka diikat menggunakan plester (lobster termasuk hewan karnivora  dan bahkan kanibal, jika dibiarkan mereka bisa memakan penghuni styrofoam yang lain).

Dari seluruh penghuni lautan Papua itu, memang lobster-lah yang paling kami tunggu-tunggu. Lebih spesifik lagi, a giant lobster seperti yang sering kita lihat di acara-acara dokumenter tentang lobster perairan Papua. Dan there they’re, 3 ekor lobster ukuran sedang ( 0.5 lbs or so), dan seekor lobster ukuran besar (3 lbs or so), kira-kira hampir setengah ukuran kepala orang dewasa. Buat saya dan teman-teman sekantor, that was the largest lobster we’ve ever seen.

giant lobster pre-cooked

Sebelum si besar dimasak

Ok, now that we got those lobsters, kita sadar bahwa ada satu masalah besar. None of us have any experience in cooking lobster :D . Udang kecil2 sih sering, digoreng juga beres. Tapi menyangkut lobster dengan ukuran sebesar itu, ketakutan akan menyia-nyiakan daging spesial itu karena cara memasak yang salah langsung menghantui pikiran saya (I’m the unofficial office cook, jadi tanggungjawab terbesar ada pada saya :) ). So the research begin. Dengan berbekal google, saya akhirnya tahu kalau untuk urusan menjaga taste aslinya, si lobster mending direbus atau dikukus saja (dikukus lebih lama tapi lebih enak karena mempertahankan rasa). Karena kita memang tidak punya kukusan, pilihanpun jatuh pada teknik merebus. Untuk urusan merebuspun, ada best practicenya. Daging udang secara umum, kalau kelamaan dikukus akan jadi alot dan tidak “manis” lagi, kalau terlalu cepat ya masih mentah dan dagingnya masih bening. Jadi waktu disini menjadi isu yang sangat-sangat penting. Untuk satu lbs berat lobster, diperlukan waktu memasak selama 12 menit, untuk kelipatannya tambahkan lagi 3-4 menit waktu rebus. Setelah itu lobster tinggal disajikan, plain atau dengan saos mentega.(ahh see for yourself here, this blog is not a cooking blog)

Well namanya juga mau nyoba pertama kali, kekhawatiran tetap ada. Untungnya lobsternya tidak cuma satu. Jadi kita bisa melakukan percobaan dulu dengan lobster yang ukurannya kecil. So we cook the two smaller lobster first. Hasilnya seperti foto dibawah ini (gambar dibawah). Kami kemudian mencoba mencicipi pilot project tersebut dan walaa…hanya dalam beberapa menit kemudian hampir tidak ada yang tersisa dari dua lobster tersebut (gambar selanjutnya).

Saat disajikan

Kurang dari lima menit kemudian

Selanjutnya, setelah yakin bahwa akan teknik memasak yang digunakan. Kami mencoba memasak monster seberat 3 lbs yang sengaja disisihkan. Time for the big one :) . Prosedur yang sama dilakukan, waktupun disesuaikan dengan ukuran si lobster. Dan setelah sekitar 20 menit, si lobster besar diangkat.

the giant lobster served

Si besar disajikan

Karena kami tidak memiliki pisau yang ‘layak’, pisau kecil kami hampir menjadi korban kerasnya cangkang si lobster. Akhirnya kami menyerah dan menggunakan cara primitif untuk memisahkan daging dari cangkang ekornya, menggunakan cobek batu dan batu penguleknya :) . Begitu cangkang terbuka, saya dapat melihat dengan jelas kalau di bagian daging yang paling dalam, masih ada yang warnanya agak transparan (agak mentah). Kami pasti salah mengira berat si lobster, atau menghitung waktunya. I decided not to talk about the issue dan langsung menyajikan lobster tersebut. Sementara yang lain dengan lahap menyantap bagian daging ekor yang matang setengah (bukan setengah matang). Saya sendiri lebih banyak mengincar daging yang ada di bagian kaki-kaki lobster tersebut (yang sudah pasti lebih terjamin matangnya).

10 minutes after the giant lobster served

Kurang dari 10 menit kemudian

Kurang dari 10 menit kemudian hampir semua bagian yang bisa dimakan dari lobster tersebut telah bersih. They didn’t complain at all. Which is mean, akan sangat sulit buat saya untuk mengembangkan kemampuan memasak ditengah para penikmat masakan yang tidak sensitif (bwahahah emang mau jadi koki apa!)

Written by wiendietry

6 Oktober, 2008 at 23:36

Ditulis dalam daily life, hobi, kuliner

Ditandai dengan , , ,