Posts Tagged ‘lebaran’
Plagiat SMS lebaran : Cerita tentang mereka yang benar-benar (tidak) kreatif
Salah satu aktivitas jamak yang saya dan banyak orang lakukan menjelang dan selama merayakan lebaran adalah bertukar ucapan selamat melalui SMS. Tidak terkecuali lebaran kali ini. Mulai H-2 SMS mulai mengalir masuk bergiliran ke dalam inbox. Keluarga, teman, rekan kerja, nomor tak dikenal, satu persatu mengirimkan ucapan yang intinya sama, selamat lebaran dan permohonan maaf lahir batin. Variasi ucapan yang masuk bermacam-macam. Dari yang straight to the point (taqaba…, minal aidin…, selamat lebaran…, etc) hingga yang berbunga-bunga karena dibubuhi dengan puisi. Let me take this one as an example :
Tak selamanya mata melihat ramah, tak selamanya hati menilai jernih, tak selamanya mulut bicara santun. Selamat Idul Fitri 1429 H
Beautiful isn’t it? Indah untuk dibaca, indah juga untuk diforward. Ooops wait a minute! What do you mean by forward? As lame as it may sound, sebelum mengirimkan mass SMS selamat lebaran, I usually pick one of those SMS as a template, modify the sender name, kemudian mengirimkannya ke seluruh rekan kecuali si empunya naskah SMS tadi
. Yepp, jika mau disebut plagiat, tidak salah lagi, memang begitu adanya. Sangat memudahkan.
Khusus lebaran kali ini ada dua kejadian lucu terkait kebiasaan mencontek SMS tadi.
- Setelah mengirimkan SMS ke salah satu teman saya (sebut saja namanya Peto), sekitar beberapa menit kemudian dia mengirimkan SMS yang sama yang hanya diganti signaturenya. Saat diconfront (baca:ledekin), dia membalas “maklumlah gw orang sipil, bukan pujangga, tak pandai merangkai kata”. Sambil tersenyum-senyum sendiri saya membalas SMSnya dan mengatakan bahwa saya melakukan hal yang sama (i.e menggunakan template dari SMS orang lain).
- Salah satu teman saya (sebut saja namanya Yudo), mengirim SMS balik “Same here Mate, anyway.. gw pake template lo ya, simple dan to the point, wakakaka…“. Saya lantas langsung membalas “Huss, jgn bilang2, gw juga pake templatenya Wahyu, hahaha“. Kemudian dia mengirimkan SMS balik yang benar-benar membuat saya tidak bisa lagi tertawa dalam hati, “Huahahaha, wahyu gondrong?!!! Gw pake itu buat kirim ke dia,hahahahaha“.
Moral of the story : make sure kalau template yang digunakan tidak dikirim ke orang yang dikenal oleh pemilik template.
1429 H, Lebaran tanpa mudik
Hari ini, malam 1 syawal 1429 H.
Bertambah lagi catatan berlebaran di kampung orang. Kebiasaan yang tentunya tidak pernah terasa biasa. Meski telah beberapa kali saya mengalami hal yang sama untuk alasan yang bermacam-macam, tetaplah lebaran tanpa bertatap muka dengan keluarga terasa sedikit ‘kosong’.
Kejadian pertama kali saya tidak pulang berlebaran seingat saya adalah saat kuliah S1 tingkat dua, kalau tidak salah karena mesti mengurus nilai kuliah yang jelek. It was my choice, bisa saja pulang saat itu, hanya ada rasa sedikit keinginan menghukum diri sendiri karena mendapatkan nilai jelek. It was like, “jangan pulang sebelum menyelesaikan masalahmu!” Rasanya tentu berat sekali karena itu merupakan kejadian perdana.
Selanjutnya beberapa kali saya melewatkan eid al-fitr meski tidak pernah berurutan. Terkadang alasannya sederhana seperti telat mengurus tiket dan duit cekak, menyebalkan seperti gara-gara pekerjaan, atau yang memang direncanakan jauh-jauh hari seperti saat ingin menunda cuti hingga kelahiran anak.
Tahun ini, giliran untuk alasan yang menyebalkan, pekerjaan dan ujian combined. Ada deadline pekerjaan yang harus diselesaikan, dan begitu masuk kuliah sudah harus dihadapkan dengan UTS. So I decided to play safe. Apalagi memang akhir bulan ini atau awal bulan depan, saya harus pulang kampung untuk urusan pekerjaan. Pulang dua kali dalam jarak yang begitu singkat, bisa sangat mengganggu ritme kerja dan kuliah. Tanggungjawab utama saya saat ini.
So I guess here it is, lebaran tanpa Aalia dan mamanya, lebaran lagi tanpa enaknya masakan kampung, tanpa ritual keliling menjumpai sanak famili, dan tanpa ritual ritual lainnya. Not that I complain that much, hanya ada rasa yang kurang, dan memang itulah yang saya harapkan. Jangan sampai saya menjadi terbiasa tidak pulang lebaran